Perasaan Asing
Entah sejak kapan, entah bagaimana bisa. Heran, bingung bercampur menjadi satu. Aku tidak pernah seperti ini, tapi kenapa jadi seperti ini. Setelah aku membaca tulisan-tulisannya, postingan dia di sosial media. Perasaan asing itu muncul.
Jujur saja, aku tidak pernah merasa seperti ini. kenapa tiba-tiba menjadi seperti stalker.
Aku suka caranya bertutur kata, aku suka setiap postingannya. Disaat banyak orang diluar sana yang sama dengannya, mengumbar setiap hal-hal yang mungkin terlihat tidak bermanfaat. tapi dia tidak. dia berbeda.
Aku tidak mengenalnya, sungguh. Bertemu sapa pun tak pernah. Tapi entah kenapa aku ingin tahu siapa dia? aku menyukai setiap tulisannya. Entah kenapa? dari awalpun aku sudah bertanya entah kenapa dan bagaimana?
Pertama..
Perasaan yang membuatku mengenalnya, seakan mengerti dan tau apa yang ia rasakan saat itu. Disaat dia bercerita mengenai kakeknya.
"Selamat Jalan Pahlawanku..."
Aku sedikit mengutip tulisannya...
"Pagi ini, pagi dimana orang-orang ramai menyebutnya
"Hari Pahlawan", tidak seterang tahun lalu, seolah mentari enggan memancarkan sinarnya.
Kemudian ia mulai bercerita ....
" Tak ada yang berbeda, tak ada kejanggalan saat kubuka mataku dipagi hari. Layaknya rutinitas biasa, kuawali dengan sholat 4 rakaat, 2 rakaat sunah dan 2 rakaat wajib, tak lupa kurajut pagi ini dengan do'a kepada yang kurindu dan kusayangi"
Dari tulisan itu, aku mulai merasa aneh. Aku tahu dia berbeda, dia berbeda dari kebanyakan orang yang kukenal.
Walaupun, memang tidak banyak orang yang kukenal. Sebenarnya, dari dulu pun aku sudah membangun tembok, aku ingin ada batasan antara aku dengan orang lain yang bukan mahram ku. Kalian tahu, teman laki-laki ku pun mungkin bisa dihitung dengan jari.
Tapi....
Dia berbeda, Kurasa.
Semakin hari, aku ingin melihat & membaca tulisannya. dan yang kudapati adalahh
ya, aku semakin yakin bahwa dia berbeda. Setelah membaca tulisannya " Dimana rumahmu Nak?"
Renungan...
Tak tahukah engkau bahwa aku juga merenung. Apa yang telah aku lakukan? membiarkan perasaan aneh dan penasaran ini, bahkan menurutinya.
Untukmu yang mungkin bisa dibilang sumber inspirasi terbaruku untuk melanjutkan tulisan-tulisanku. Jujur saja, awalnya aku ingin menulis tapi ada saja hambatannya. Mulai dari mood dan waktu mungkin.
Mulai sekarang mungkin aku harus menambah referensi bacaan ku. Bukankah, banyak orang bilang "penulis yang baik itu dimulai dari pembaca yang baik" aku setuju untuk itu.
Bahkan, mungkin, aku juga akan menjadi salah satu pembaca yang baik untuk setiap tulisanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar