Sabtu, 28 Maret 2015

Motivasi

Hari ini Milik Kita

Jika kamu berada dipagi hari, janganlah menunggu sore hari tiba. Hari inilah yang akan Kita jalani bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya bukan juga esok hari yang belum tentu datang, Hari yang saat ini mataharinya menyinari Kita,dan siangnya menyapa Kita. Inilah hari Kita.

Umur Kita, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Kita hanya hari ini, atau seakan-akan Kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu hidup kita tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya kita  mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan kualitas sholat yang paling khusyu', bacaan sholat al-Qur'an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan  dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana kita hidup saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap menitnya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Beristighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki,tugas-tugas, rumah, ilmu, ana-anak, istri, suami dan jabatan kita setiap hari dengan penuh keridhaan.
( Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur)   ( Qs. Al-A'raf:144 )

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.

Jika kita percaya pada diri kita sendiri, serta memiliki semangat dan tekad yang kuat, kita akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri kita setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan. 

Dan itu, akan membuat kita berkata dalam hati: "Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. tak berucap kotor dan jorok menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. dan karena hanya hari ini saja aku akan hidup, amak aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku".
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan sholat sesempurna mungin, membekali diri dengan sholat-sholat sunah nafilah, berpegang teguh pada Al-Qur'an , mengkaji dan mencatat segala hal yang bermanfaat.

Aku hanya kan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya'dan buruk sangka.

Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan , maka aku akan berbuat baik kepada orang laindan mengulurkan tangan kepada siapapun.

Aku hanya hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."

"Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka Aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Akupun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada , karena esok hari mungkin tidak ada sesuatu. Esok hari adalah semua yang belum diciptakan dan tidak ada satupun darinya yang dapat disebutkan".
"Hari ini milik Kita", adalah ungkapan yang paling indah dalam "Kamus kebahagiaan". Kamus bagi kita yang menginginkan kehidupan yang palin indah dan menyenangkan.


#La Tahzan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar