Minggu, 29 Maret 2015

Perjuangan

Perjuangan..

Banyak orang bilang "Hidup itu penuh perjuangan"
Sama seperti yang kudengar kemarin dari bibir seorang gadis kecil. 
Aku semakin menyadari bahwa banyak sekali orang-orang yang sedang berjuang untuk bertahan hidup. 
Aku ... Aku bersyukur, lahir di tengah keluarga yang utuh. Mempunyai kedua orang tua, dua saudara laki-laki dan satu saudara perempuan. Aku sangat sangat bersyukur mempunyai tempat tinggal yang layak, tempat tinggal dimana kami bisa berbagi, berkumpul, tertawa, bahagia bersama. 

Ya , aku dan keluargaku. 

Tapi, tidak dengan seorang gadis kecil yang baru kukenal beberapa hari itu.
Aku mengenalnya, dan aku cepat beradaptasi dengannya. Entah kenapa, aku bisa langsung dekat dengannya. Kesehariannya dihabiskan dengan mengamen, menjual koran, dan pekerjaan serabutan lainnya. Dia gadis kecil yang kuat. Hebat lebih tepatnya.

Hari itu dia tersenyum padaku, ia menyambutku. Aku tau dia kecewa. Karena kesibukanku aku tidak bisa mengajar mereka dan teman-temannya seperti sebelumnya. Hatiku bergetar, sedih, heran saat mendengarnya berkata padaku
"Mbak yuli, mei kecewa"
Loh "Kecewa kenapo mei?" jawabku
"Mei, rajin-rajin belajar, mbak yuli dak dateng". MasyaAllah.  aku terkejut, terharu, bingung. Bagaimana bisa?
Gadis kecil yang baru kukenal, gadis itu menungguku.
"Mbak yuli kan, mbk nya mei" lanjutnya.
Saat itu, entah apa yang kurasakan. Aku bingung mendeskripsikan perasaanku saat itu.
Aku hanya bisa tesenyum dan menjawabnya 
" Kok gitu, kalau mbak dak ado jugo, mei harus tetep rajin belajar. kejar cita-cita mei ya" 
Aku mencoba  memberinya pengertian dengan kesibukan kuliahku. Dan dia mengangguk mengerti. sampai akhirnya, ia menunjukkan puisi karyanya untuk kubaca. 
"Mbak baco puisi mei yo" sambil membuka buku tulis miliknya. Ia membuka lembar demi lembar coretan yang ada dibukunya. sampai ia menemukan apa yang dicarinya. ia mengulurkan buku tulis itu padaku.
"Nah mbak baco". Aku tersenyum lalu mengambilnya untuk kubaca. ia mulai bercerita tentang puisi yang dibuatnya. ia membuat puisi ini saat  terbangun dari mimpinya. mimpi dimana ia bertemu ibunya. Aku membaca sambil sesekali melihatnya. Lama kelamaan suaranya mulai bergetar. dan saat itulah aku melihat butiran air itu meluncur deras dari pelupuk matanya. Tersedu. Aku memeluknya. Aku... Aku tidak tahu, aku tidak tahu betapa kerasnya perjuangan gadis kecil ini. Setelah kepergian ibunya. Saat saat itulah perjuangan yang sebenarnya dimulai.
Keluarganya..
ia melanjutkan ceritanya mengenai keluarganya. Aku memberanikan diriku bertanya pada gadis dihadapanku 
 " jadi, mei sekarang tinggal dengan siapo?" Entah kenapa pertanyaan seperti itu yang meluncur dari mulutku. Yang jelas-jelas akan dijawab pasti dengan ayah lah, kan ayah ada. Tapi, jawaban berbeda lah yang kudengar. Jawaban yang seharusnya sudah ku pastikan dan kuyakini itu, ternyata salah. Dia tidak tinggal bersama ayahnya. 

Setelah ibunya meninggal, keluarganya seakan menghilang. Ayahnya pergi merantau begitupun saudara-saudaranya. Hingga saat inipun, bahkan hanya sekedar kabar tidak ia dapati. Untung saja dari semua itu, masih ada satu saudaranya yang mengajaknya tinggal bersmanya. dua kakak laki-laki dan satu  kakak perempuannya entah kemana. Tersisa satu  kakak perempuannya yang sekarang sudah berkeluarga yang tinggal bersamanya. 
"Tinggalnyo diamano-mano mbak." jawabnya sambil sedikit tertawa  mencoba menghapus sisa-sisa air matanya. Yang  Aku tahu itu tertawa yang dipaksakan.
" dengan ayuk kok  mbak" lanjutnya..
"Alhamdulillah, setidaknya bukan dijalanan." kataku dalam hati. Mengingat dia gadis perempuan kecil, lugu dan cantik menurutku.
"Kemaren mei, baru ke makam ibu. Mei baco yasin sam alfatihah mbak untuk ibu." lanjutnya lagi
Aku tersenyum 
"Bagus, itulah yang bisa kito lakukan untuk ibu mei. Mendoakan ibu, dan jadi anak yang solehah". 
" Mbak jugo berusaha untuk memperbaiki diri mbak mei, kito samo-samo berusaha"

Hari itu, hari dimana kami saling berbagi cerita, hari dimana aku semakin tahu bahwa hidup ini harus dijalani, hari dimana aku semakin merasa bahwa mengeluh bukan hal yang pantas untukku, hari dimana aku semakin belajar dan belajar menjadi orang yang lebih baik lagi, hari dimana aku benar-benar merasa lebih beruntung, hari dimana aku harus semakin mensyukuri semua nikmat-Nya yang tiada terkira untukku.
Hari itu...


Terima kasih adikku

La Tahzan

Jangan Bersedih Atas Cercaan dan Hinaan Orang!


"Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja". 
(QS. Ali 'Imran:111)

"Dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) dan janganlah kamu bersempit dada teerhadap apa yang mereka tipu dayakan"
(QS. An-Nahl:127) 


"Dan janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan, cukuplah Allah sebagai pelindung"
(QS. Al-Ahzab:48)


"Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan"
(QS. Al-Ahzab:69)

Sabtu, 28 Maret 2015

Hadapi Hidup Ini Apa Adanya!

Kondisi dunia ini penuh kenikmatan, banyak pilihan, pehuh rupa, dan banyak warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan kita adalah bagian dari dunia yang berada dalam kesukaran.

Kita tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, isteri kawan, sahabat, tempat tinggal, atau pekerjaan yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menyulitkan. Bahkan, kadang kalaa justru  pada setiap hal itu terdapat sesuatu yang buruk dan tidak kita sukai.

Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan pada setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan  yang ada padanya. itu kalau kalau kita mau selamat dengan adil dan bijaksana. Pasalnya, betapapun setiap luka ada harganya.

Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat bertemunya dua hal yang saling berawanan, dua jenis yang saling bertolak belakang, dua kubu ynag saling bersebrangan dan dua pendapat yang saling bersebrangan.

Yakni, yang baik dengan yang buruk, kebaikan dengan kerusakan , kebahagiaan dengan kesedihan, Dan setelah itu, Allah akan mengumpulkan semua yang baik, kebagusan, dan kebahagiaan itu di surga. Adapun yang buruk , kerusaan, dan kesedihan akan dikumpulkan di neraka.
Maka jalanilah hidup ini sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan larut dalam khayalan. Jangan pernah menerawang kealam imajinasi. Hadapi kehidupan ini apa adanya, syukuri nikmat-Nya.

Perasaan Asing

Perasaan Asing

Entah sejak kapan, entah bagaimana bisa. Heran, bingung bercampur menjadi satu. Aku tidak pernah seperti ini, tapi kenapa jadi seperti ini. Setelah aku membaca tulisan-tulisannya, postingan dia di sosial media. Perasaan asing itu muncul.

Jujur saja, aku tidak pernah merasa seperti ini.  kenapa tiba-tiba menjadi seperti stalker.
Aku suka caranya bertutur kata, aku suka setiap postingannya. Disaat banyak orang diluar sana yang sama dengannya, mengumbar setiap hal-hal yang mungkin terlihat tidak bermanfaat. tapi dia tidak. dia berbeda.
Aku tidak mengenalnya, sungguh. Bertemu sapa pun tak pernah. Tapi entah kenapa aku ingin tahu siapa dia?  aku menyukai setiap tulisannya. Entah kenapa? dari awalpun aku sudah bertanya entah kenapa dan bagaimana?

Pertama..
Perasaan yang membuatku mengenalnya, seakan mengerti dan tau apa yang  ia rasakan saat itu. Disaat dia bercerita mengenai kakeknya.
"Selamat Jalan Pahlawanku..."
Aku sedikit mengutip tulisannya...
"Pagi ini, pagi dimana orang-orang ramai menyebutnya
"Hari Pahlawan", tidak seterang tahun lalu, seolah mentari enggan memancarkan sinarnya.

Kemudian ia mulai bercerita ....
" Tak ada yang berbeda, tak ada kejanggalan saat kubuka mataku dipagi hari. Layaknya rutinitas biasa, kuawali dengan sholat 4 rakaat, 2 rakaat sunah dan 2 rakaat wajib, tak lupa kurajut pagi ini dengan do'a kepada yang kurindu dan kusayangi"
Dari tulisan itu, aku mulai merasa aneh. Aku tahu dia berbeda, dia berbeda dari kebanyakan orang yang kukenal.

Walaupun, memang tidak banyak orang yang kukenal. Sebenarnya, dari dulu pun aku sudah membangun tembok, aku ingin ada batasan antara aku dengan orang lain yang bukan mahram ku. Kalian tahu, teman laki-laki ku pun mungkin bisa dihitung dengan jari.

Tapi....
Dia berbeda, Kurasa.
Semakin hari, aku ingin melihat & membaca tulisannya. dan yang kudapati adalahh
ya, aku semakin yakin bahwa dia berbeda. Setelah membaca tulisannya " Dimana rumahmu Nak?"
Renungan...
Tak tahukah engkau bahwa aku juga merenung. Apa yang telah aku lakukan? membiarkan perasaan aneh dan penasaran ini,  bahkan menurutinya.

Untukmu yang mungkin bisa dibilang sumber inspirasi terbaruku untuk melanjutkan tulisan-tulisanku. Jujur saja, awalnya aku ingin menulis tapi ada saja hambatannya. Mulai dari mood dan waktu mungkin.

Mulai sekarang mungkin aku harus menambah referensi bacaan ku. Bukankah, banyak orang bilang "penulis yang baik itu dimulai dari pembaca yang baik" aku setuju untuk itu.
Bahkan, mungkin, aku juga akan menjadi salah satu pembaca yang baik untuk setiap tulisanmu.




Motivasi

Hari ini Milik Kita

Jika kamu berada dipagi hari, janganlah menunggu sore hari tiba. Hari inilah yang akan Kita jalani bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya bukan juga esok hari yang belum tentu datang, Hari yang saat ini mataharinya menyinari Kita,dan siangnya menyapa Kita. Inilah hari Kita.

Umur Kita, mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Kita hanya hari ini, atau seakan-akan Kita dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga. Dengan begitu hidup kita tidak akan tercabik-cabik diantara gumpalan keresahan, kesedihan dan duka masa lalu dengan bayangan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian dan acapkali menakutkan.

Pada hari ini pula, sebaiknya kita  mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan kualitas sholat yang paling khusyu', bacaan sholat al-Qur'an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan  dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana kita hidup saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap menitnya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Beristighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki,tugas-tugas, rumah, ilmu, ana-anak, istri, suami dan jabatan kita setiap hari dengan penuh keridhaan.
( Maka berpegangteguhlah dengan apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang yang bersyukur)   ( Qs. Al-A'raf:144 )

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian dan kebencian.

Jika kita percaya pada diri kita sendiri, serta memiliki semangat dan tekad yang kuat, kita akan dapat menundukkan diri untuk berpegang pada prinsip: aku hanya akan hidup hari ini. Prinsip inilah yang akan menyibukkan diri kita setiap detik untuk selalu memperbaiki keadaan, mengembangkan semua potensi, dan mensucikan setiap amalan. 

Dan itu, akan membuat kita berkata dalam hati: "Hanya hari ini aku berkesempatan untuk mengatakan yang baik-baik saja. tak berucap kotor dan jorok menjijikkan, tidak akan pernah mencela, menghardik dan juga membicarakan kejelekan orang lain. hanya hari ini aku berkesempatan menertibkan rumah dan kantor agar tidak semrawut dan berantakan. dan karena hanya hari ini saja aku akan hidup, amak aku akan memperhatikan kebersihan tubuhku, kerapian penampilanku, kebaikan tutur kata dan tindak tandukku".
Karena hanya akan hidup hari ini, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk taat kepada Rabb, mengerjakan sholat sesempurna mungin, membekali diri dengan sholat-sholat sunah nafilah, berpegang teguh pada Al-Qur'an , mengkaji dan mencatat segala hal yang bermanfaat.

Aku hanya kan hidup hari ini, karenanya aku akan menanam dalam hatiku semua nilai keutamaan dan mencabut darinya pohon-pohon kejahatan berikut ranting-rantingnya yang berduri, baik sifat takabur, ujub, riya'dan buruk sangka.

Hanya hari ini aku akan dapat menghirup udara kehidupan , maka aku akan berbuat baik kepada orang laindan mengulurkan tangan kepada siapapun.

Aku hanya hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."

"Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka Aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Akupun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada , karena esok hari mungkin tidak ada sesuatu. Esok hari adalah semua yang belum diciptakan dan tidak ada satupun darinya yang dapat disebutkan".
"Hari ini milik Kita", adalah ungkapan yang paling indah dalam "Kamus kebahagiaan". Kamus bagi kita yang menginginkan kehidupan yang palin indah dan menyenangkan.


#La Tahzan



Jumat, 05 Desember 2014

PGS ( Pedoman Gizi Seimbang ) 2014


Pedoman Gizi Seimbang 2014

Pedoman Gizi Seimbang (PGS) 2014


Salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas kerja yang tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh Chadian gizi agar dapat menikmati hidup dalam keadaan sehat.
Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Pola makan yang baik adalah berpedoman pada Gizi Seimbang.
Pedoman Gizi Seimbang telah diimplementasikan di Indonesia sejak tahun 1955. Pedoman tersebut menggantikan slogan “4 Sehat 5 Sempurna” yang telah diperkenalkan sejak tahun 1952 dan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam bidang gizi serta masalah dan tantangan yang dihadapi. Tahun 1990 an kita sudah punya Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Lebih dari 15 tahun lalu Pedoman Gizi Seimbang telah dikenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, namun masih banyak masalah dan kendala dalam sosialisasi Gizi Seimbang sehingga harapan untuk merubah perilaku gizi masyarakat ke arah perilaku gizi seimbang belum sepenuhya tercapai. Konsumsi pangan belum seimbang baik kuantitas maupun kualitasnya, dan perilaku hidup bersih dan sehat belum memadai. Memperhatikan hal diatas telah tersusun Pedoman Gizi Seimbang yang baru, pada tanggal 27 Januari 2014 lalu telah diselenggarakan workshop untuk mendapat masukan dari para pakar pemerintah serta non pemerintah, lintas sektor, lintas program dan organisasi profesi.

Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedoman-pedoman yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu 1). Mengonsumsi makanan beragam,  tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan; 2). Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang; 3)  Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh;  4) Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’, sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal, dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Pesan-pesan PGS, baru 
1). Syukuri dan nikmati anekaragam makanan;
2). Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan;
3) Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi;
4) Biasakan mengonsumsi anekaragam  makanan pokok;
5)  Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak;
6) Biasakan Sarapan;
7) Biasakan minum air putih yang cukup dan aman;
8 ) Biasakan membaca label pada kemasan pangan;
9) Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir;
10) Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal
Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa “stunting” pada Balita dan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) makin meningkat. Perhatian terhadap masalah gizi ganda juga perlu lebih ditingkatkan, disamping masih banyak yang kekurangan gizi, tmasalah gizi lebih juga meningkat. laporan Riskesdas 2013 sejumlah 32,9% wanita dewasa dan 19,7% pria dewasa mengalami obesitas (IMT >25,0) yang berisiko terhadap berbagai gangguan kesehatan atau penyakit.
Apakah kita sudah menerapkan Gizi Seimbang hari ini…? Makan beranekaragam, Hidup bersih dan sehat, lakukan aktifitas fisik dan pantau Berat Badan anda secara berkala agar tubuh sehat dan hidup kita akan lebih produktif
PGS yang baru ini dilengkapi pula dengan pesan visualisasi untuk konsumsi kita sehari-hari yang digambarkan “Tumpeng”, dan konsumsi makanan untuk sekali makan digambarkan “Piring makanku” panduan sekali makan.